SUGENG RAWUH

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Melalui jejaring sosial website ini, kami bertekad dapat menyuguhkan layanan informasi secara umum maupun khusus yang meliputi aktifitas KBM, kegiatan siswa, prestasi sekolah/siswa, PSB dsb. Yang dapat diakses oleh siswa, guru, orang tua/wali siswa dan masyarakat secara cepat, tepat dan efisien.
Akhir kata, semoga layanan web site ini bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Memulai Bisnis

Dikirim 0leh Arjo moemedo Tuesday, May 17, 2011 0 komentaran


Memulai Bisnis, Bakat Bukan Modal Utama

Selama ini sering kita mendengar keluhan atau alasan dari orang-orang disekitar kita yang takut memulai bisnis karena mereka tidak memiliki bakat dalam berbisnis. Mental blocking atau hambatan dari dalam diri inilah yang menghalangi seseorang untuk maju dan mencoba terjun kedalam dunia bisnis. Sehingga mereka lebih memilih posisi aman dengan menjadi seorang karyawan dan mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang pengusaha.
Sebenarnya dalam memulai bisnis, bakat bukan modal utama. Bakat dan garis keturunan dari keluarga pengusaha, bukanlah suatu jaminan seseorang itu akan sukses menjadi seorang pengusaha. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki peluang serta kemampuan yang sama untuk menjadi seorang pengusaha. Yang membedakannya hanyalah minat dan tekad yang dimiliki masing-masing individu, sehingga sebagian ada yang berani mengambil resiko dengan mencoba berbagai peluang bisnis dan sebagian lainnya belum berani mengambil resiko karena merasa dunia bisnis bukanlah bakat mereka.
Jika sebelumnya kita sering beranggapan bahwa bakat entrepreneur tidak dapat diasah, mulai sekarang hilangkan pola pikir tersebut dan cobalah untuk mengasah jiwa entrepreneur dalam diri Anda. Saat ini sudah banyak buku panduan bisnis yang dapat Anda pelajari, banyak pelatihan bisnis maupun seminar kewirausahaan yang dapat Anda ikuti, serta banyak komunitas wirausaha yang dapat Anda jadikan sebagai salah satu lingkungan yang mendukung upaya Anda dalam memulai bisnis.
Peluang tersebut tentunya dapat Anda manfaatkan sebaik-baiknya, agar bakat bisnis yang dulunya belum ada dalam diri Anda bisa mulai tumbuh sedikit demi sedikit mengiringi kerja keras Anda dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam dunia bisnis. Sehingga impian untuk memiliki usaha tidak hanya menjadi angan-angan Anda. Karena Anda pun dapat memulainya dengan modal kemampuan yang telah Anda kembangkan.
Modal utama memulai bisnis
Dalam memulai bisnis yang terpenting adalah minat dan tekad Anda untuk menekuni bidang tersebut dengan total. Meskipun awalnya Anda tidak memiliki bakat dalam berbisnis, namun pastikan Anda memiliki minat yang cukup besar terhadap dunia tersebut. Sehingga Anda dengan senang hati rela mempelajari dan mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis.
Sedangkan tekad yang kuat perlu Anda tumbuhkan untuk meyakinkan diri Anda agar selalu konsisten dan tidak cepat menyerah dalam mengasah kemampuan di bidang bisnis. Karena memulai bisnis tidak hanya butuh waktu sehari atau dua hari saja, dibutuhkan proses dan perjuangan yang cukup panjang hingga akhirnya bisnis yang Anda cita-citakan dapat berjalan dengan lancar.
Jadi bagi Anda yang merasa tidak punya bakat di dunia bisnis, jangan berkecil hati dengan keadaan tersebut. Karena dunia bisnis dapat Anda pelajari dari banyak sumber, seperti buku-buku panduan bisnis maupun dari para ahli yang sudah sukses menjalankan bisnisnya. Nah, setelah membaca tips motivasi bisnis untuk pekan ini, selanjutnya perluas wawasan Anda tentang bisnis dan cobalah untuk mempraktekannya dari sekarang. Action now or never!!!! Selamat mencoba dan salam sukses.
Sumber gambar : http://www.entrepreneursnet.org/uploads/images/Start%20Button.jpg
dan
http://courseware.finntrack.eu/images/07.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tips Sukses Memulai Bisnis Sampingan

Memutuskan untuk memulai usaha memang bisa dilakukan kapan saja. Termasuk ketika Anda masih memiliki rutinitas utama seperti bekerja, mengurus rumah tangga maupun menuntut ilmu. Namun untuk memulai usaha, Anda tidak harus meninggalkan rutinitas utama yang sudah ada. Sebab sekarang sudah banyak peluang bisnis sampingan yang bisa dijalankan disela-sela kesibukan Anda.
Menjalankan bisnis sampingan disela-sela waktu luang, menjadi salah satu pilihan tepat untuk mendapatkan income tambahan. Meskipun awalnya Anda akan mendapatkan sedikit kendala karena belum terbiasa membagi waktu, namun tidak perlu ragu untuk memulainya. Karena sudah banyak pelaku bisnis sampingan yang sukses menjalankan usahanya dan masih bisa tetap fokus dengan rutinitas mereka. Apa Anda tertarik untuk bisa seperti mereka? Jika Anda berminat untuk memulai usaha disela-sela rutinitas Anda, berikut kami berikan tips sukses memulai bisnis sampingan, yang bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan.
1. Sebelum memulai bisnis, pastikan Anda memiliki waktu luang yang cukup. Hal ini sangat penting, agar bisnis sampingan yang dijalankan tidak mengganggu tugas Anda sehari-hari.
2.  Buatlah jadwal, agar Anda tidak bingung dalam membagi waktu. Misalnya saja bagi para karyawan bisa menjalankan bisnisnya setelah pulang kerja atau di waktu-waktu libur, yang terpenting jangan pernah menjalankan bisnis waktu jam kerja. Sedangkan bagi ibu rumah tangga bisa menjalankan bisnisnya dengan menyisihkan waktu 3-4 jam setiap harinya, setelah menyelesaikan segala urusan rumah. Sehingga bisnis yang dijalankan, tidak mengganggu fokus utama Anda.
3. Pilih peluang bisnis yang mudah dijalankan, dan tidak menyita banyak waktu serta tenaga. Ini sangat penting, agar urusan bisnis Anda tidak mengganggu rutinitas utama. Selain itu, Anda juga bisa membagi waktu dan tenaga Anda dengan mudah. Sehingga tidak terlalu membebani pikiran Anda, untuk bisa fokus menjalankan usaha dan rutinitas utama secara bersamaan.
4. Jangan sampai mengabaikan tugas utama Anda. Walaupun bisnis sampingan Anda sudah berkembang, namun jangan sampai lupa waktu dan mengabaikan tugas utama Anda. Tetaplah berkomitmen untuk bisa bekerja secara efektif dalam menyelesaikan segala kewajiban Anda, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
5. Untuk mengurangi stress, pilihlah peluang bisnis dibidang yang Anda suka. Ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara, untuk mengurangi beban kerja Anda. Sebab, biasanya seseorang dengan senang hati mengerjakan segala hal yang  menjadi kesukaannya. Malahan banyak orang yang sengaja menjalankan bisnis sampingan sesuai hobi, untuk mengurangi beban pikiran yang mereka dapatkan di tempat kerja.
6. Perhatikan etika bisnis. Bila Anda seorang karyawan, sebaiknya hindari membuka usaha yang memiliki bidang sama dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Apalagi dengan sengaja merebut konsumen-konsumen yang dimiliki perusahaan tersebut, tentunya ini tidak sesuai dengan hukum dan etika bisnis. Karena Anda bersaing dengan cara yang tidak benar. Oleh karena itu, lebih baik Anda pilih peluang usaha dibidang yang berbeda dengan tempat Anda bekerja. Jika terpaksanya sama, maka bersainglah secara sehat dan konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak perusahaan tempat Anda bekerja.
7. Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk menjalankan usaha langsung, sebaiknya cari tenaga kerja yang bisa Anda percaya menjalankan bisnis tersebut. Bisa dari kerabat dekat atau teman-teman Anda. Jadi, Anda cukup memantau perkembangan bisnis tersebut tanpa harus turun tangan langsung.
Setelah mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memulai bisnis sampingan, Andapun bisa mencoba bisnis tersebut kapan saja. Mulailah untuk mencari ide bisnis yang cukup prospek, dan perluas informasi Anda untuk merealisasikan bisnis tersebut. Tentukan kesuksesan Anda dari sekarang, tanpa harus meninggalkan pekerjaan Anda. Selamat mencoba dan salam sukses.
Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrXWQMPw7av-ow7bjSWMS5GvnZIDa_7x4RTfr4DYZMqxef5hiuCRkKSFf_bs4_tD0WGcizkjdz72rk04KUKoiFF6sP45dLCgFV17s7Tri_H-mPjiSaxrWu7CLcl3txboQ0ozykDm7Rd_M/s1600/Refleksi.jpg dan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPGy1x8AKyWwyaIyDw5LwzCNjSzsj3YTY4A29xkJjZ-7JKUy0zW23a9vDmN-183KgCfcFgh5mquKcI94MoKede-_vfEVuHzk4L0SLpTjhnUxnwH4mKOF1FDzThIdpjdEGL_om23iliVKlz/s1600/homepage.jpg

Apa saja Kebutuhan Modal untuk Memulai Usaha?


Ketika membicarakan rencana memulai usaha, hal pertama yang akan ditanyakan adalah “modal yang dibutuhkan berapa?” karena sebagian besar orang beranggapan bahwa modal selalu identik dengan uang. Padahal, sebenarnya modal hanya memiliki presentase 10% dari semua modal yang dibutuhkan entrepreneur untuk memulai bisnisnya.
Tidak adanya modal uang maupun investasi, selalu menjadi alasan semua orang. Sudah menjadi hal biasa jika membuka sebuah usaha hanya menjadi angan – angan saja, tanpa adanya action apapun. Bahkan banyak pula orang yang takut berangan – angan memiliki usaha, karena mereka merasa tidak memiliki cukup uang untuk dijadikan modal.
Terkadang…
Banyak orang di usia muda
Yang sering menggunakan alasan “ kemiskinannya ”
Untuk membuyarkan impian besarnya
Menjadi seorang pengusaha… ( Ir. Hendro, M. M )
Ungkapan diatas mewakili sebagian besar mental masyarakat yang sering mengurungkan niatnya untuk memulai usaha, karena alasan modal. Sebenarnya, jika mereka sedikit mengubah pola pikirnya, masih banyak hal yang dapat dijadikan sebagai modal usaha selain uang. Apa saja kebutuhan modal untuk memulai usaha? Berikut kami berikan jawabannya :
1. Pengalaman
Pengalaman yang Anda miliki, merupakan modal terpenting ketika hendak memulai usaha. Dengan modal yang sudah Anda peroleh, bisa digunakan sebagai titik awal bisnis apa yang ingin Anda jalankan. Dengan adanya pengalaman, sangat membantu Anda dalam menciptakan peluang usaha. Misalnya saja : pengalaman yang dimilliki seseorang ketika bekerja sebagai karyawan restoran, menjadi kunci sukses baginya dalam menciptakan peluang usaha makanan.
2. Knowledge ( pengetahuan )
Walaupun Anda mempunyai modal uang banyak, namun tidak mempunyai pengetahuan yang cukup. Sama halnya dengan benda mati yang tidak memiliki kekuatan jiwa, sehingga tidak akan pernah bisa bergerak jika tidak digerakan orang lain. Oleh karena itu pengetahuan menjadi modal nomor dua setelah pengelaman, sedangkan uang justru menjadi modal usaha nomor sekian.
3. Skill ( keahlian )
Modal berikutnya adalah skill. Pengetahuan yang Anda miliki, akan sangat bermanfaat jika didukung dengan skill atau keahlian yang Anda miliki. Peluang usaha yang dibangun menggunakan skill, akan lebih cepat berkembang dibandingkan perusahaan yang tidak dilandasi dengan skill.
4. Keberanian
Keberanian bukan berarti nekat mengambil resiko, namun keberanian yang menjadi modal usaha adalah keberanian untuk melawan rasa takut akan kegagalan dan berani mengelola segala resiko yang dimungkinkan. Dengan memperhitungkan resiko usaha yang muncul, sedini mungkin Anda dapat memperoleh cara untuk mengantisipasi hal tersebut.
5. Konsep bisnis
Selain pengalaman, pengetahuan, skill, dan keberanian, modal yang tidak kalah penting adalah konsep bisnis. Konsep bisnis merupakan arah Anda untuk menjalankan roda bisnis. Jika Anda belum memiliki konsep bisnis yang jelas, tak perlu diragukan lagi bahwa usaha Anda tidak akan berjalan lama. Konsep bisnis ibarat kompas bagi sebuah kapal yang sedang berlayar. Tanpa adanya kompas, kapal akan berlayar tanpa tujuan dan arah yang jelas. Tinggal menunggu waktu unutuk dihempaskan gelombang, dan akhirnya karam. Begitu juga dengan usaha tanpa konsep bisnis, hanya bisa menunggu waktu tenggelam ditengah persaingan pasar.
6. Networking
Meskipun Anda tidak memiliki modal uang yang cukup, tetapi memiliki network atau jaringan relasi yang bagus. Menjadi modal yang lebih menguntungkan bagi Anda, karena dengan adanya jaringan relasi yang bagus akan mempermudah segala urusan Anda untuk memulai usaha. Contohnya ketika Anda tidak memiliki modal uang yang cukup, namun Anda memiliki rekan yang bekerja di bank. Maka masalah permodalan Anda, dapat dibantu dengan pengajuan kredit di bank tempat rekan Anda bekerja.
7. Spiritual support
Dukungan dan semangat dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, rekan dan lainnya menjadi modal yang tidak kalah bernilai. Usahakan untuk meningkatkan modal spirit seperti iman dan taqwa, untuk membangun semangat dan motivasi diri Anda hingga mencapai kesuksesan.
8. Kreativitas dan Inovasi
Dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk memulai sebuah usaha. Untuk memutuskan ide bisnis untuk memulai usaha baru dibutuhkan kreativitas, begitu pula dengan pengembangan usaha yang membutuhkan inovasi baru agar tidak kalah dengan para pesaing. Kesuksesan dan kegagalan bisnis Anda tergantung dari faktor tersebut.
9. Equity ( uang / aset )
Nah, kebutuhan modal akan uang atau aset ada di urutan nomor sembilan. Setelah semua modal diatas Anda miliki, modal uang atau aset juga dibutuhkan untuk memulai usaha. Besarnya modal yang Anda miliki, mempengaruhi besar kecilnya usaha yang akan dibangun.
10. Keberuntungan
Modal yang terakhir adalah keberuntungan. Faktor ini akan datang pada saat yang tepat, jadi jalankan proses perputaran bisnis Anda dengan semangat yang tak kenal menyerah, kerja keras, inovasi, dan spiritual support ( iman dan taqwa yang kuat ). Maka keberuntungan akan berpihak kepada Anda.
Semoga dengan tips motivasi bisnis yang kami sampaikan, dapat menghilangkan kebimbangan Anda untuk memulai usaha. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
( Sumber : How To Become A Smart Entrepreneur and To Start A New business )
Sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com/_j6zGeXLJyAg/TJJPrTA7erI/AAAAAAAAAA4/OghA__XxmB0/s1600/strategi+wirausaha.jpg dan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE2JsrRG2UL6HKfgtpvuB9XtbqY5dMnf_u0D2ucpkh-Vk7R0ecE3tkRy1mhSXufvxyCGU4qKOJl-XPwJAsrE5LtEfGcpN9gJNZgQ5XHtuGxw3uWcz519bSpMJoRrM9XLP9Xj_NDQG-nd0/s320/memulai-usaha.jpg



















Cara Mendapatkan Modal untuk Usaha Kecil Menengah

Dalam menjalankan sebuah usaha, salah satu faktor pendukung yang dibutuhkan adalah modal. Jika kita ibaratkan memulai usaha dengan membangun sebuah rumah, maka adanya modal menjadi bagian pondasi dari rumah yang akan dibangun. Semakin kuat pondasi yang dibuat, maka semakin kokoh pula rumah yang Anda bangun.
Begitu juga pengaruh modal terhadap sebuah bisnis, keberadaannya menjadi pondasi awal bisnis yang akan Anda bangun. Beberapa modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis, antara lain tekad, pengalaman, keberanian, pengetahuan, networking, serta modal uang atau aset. Namun dari beberapa modal yang dibutuhkan, kebanyakan orang terhambat memulai usaha karena mereka sulit untuk mendapatkan modal uang atau aset.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas informasi mengenai cara mendapatkan modal untuk usaha kecil menengah. Ada beberapa alternatif yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan dana usaha, berikut informasi selengkapnya :
1. Dana sendiri
Pertama Anda bisa memperoleh modal usaha dengan menggunakan dana Anda sendiri. Misalnya saja dengan menggunakan dana simpanan yang sudah Anda tabung selama ini. Jika masih kurang, Anda juga bisa menutupi kekurangan dana tersebut dengan menjual sebagian aset berharga yang Anda miliki saat ini. Tidak ada salahnya kan, jika Anda sedikit berkorban untuk kesuksesan bisnis Anda? Anggap saja Anda sedang berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, setelah usaha Anda berhasil berjalan.
2. Mencari Dana Hibah
Cara yang kedua yaitu bisa saja kita manfaatkan dana-dana pihak ketiga, dalam hal ini pihak pemerintah atau pihak swasta.  Sebagaimana kita tahu, untuk beberapa perusahaan-perusahaan besar dana hibah ini disalurkan melalui Divisi CSR-nya (Corporate Social Responsibility).  Dalam hal ini perusahaan-perusahaan tersebut bisanya memiliki budget atau anggaran dana tersendiri dalam membangun perekonomian masyarakat  disekitar perusahaan atau masyarakat secara umum. untuk teknis penyaluran dananya biasanya melalui event-event competition.  Oleh karena itu, bisa jadi melalui event-event tersebut dapat menjadi salah satu solusi bagi Anda untuk mendapatkan tambahan dana bagi kelangsungan usaha Anda.
3. Menjalin kerjasama
Cara yang ketiga ini yang sekarang banyak dijalankan, yaitu menjalin kerjasama dengan pihak-pihak tertentu. Seperti bekerjasama dengan teman, atau bisa juga menawarkan kerjasama dengan para investor. Yang perlu diperhatikan dalam menawarkan kerjasama, Anda harus meyakinkan rekan Anda mengenai prospek bisnis yang akan dibangun. Anda bisa menggunakan proposal bisnis, untuk meyakinkan calon investor Anda. Berikan pula keterangan mengenai berapa persen pembagian hasil antara investor dan pelaku usaha, sehingga kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Bila perlu buat perjanjian hitam diatas putih, untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu dikemudian hari.
Setelah mengetahui beberapa cara untuk mendapatkan modal usaha, semoga bisa membantu Anda dalam mengatasi permasalahan modal yang selama ini menjadi salah satu kendala usaha.  Selalu ada jalan, jika Anda berani mencoba segala peluang yang ada. Selamat mencoba dan salam sukses.
Sumber gambar : http://peluangusaha-oke.com/wp-content/uploads/2010/10/Usaha-modal-kecil.jpg dan http://portalukm.com/wp-content/uploads/2010/04/tax.jpg

Motivasi Berprestasi
a.  Pengertian Motivasi Berprestasi
Suatu kehidupan seseorang akan ditemukan adanya reaksi yang
berbeda terhadap berbagai tugas dan tanggung jawabnya, misalnya orang
tua tertarik dengan anaknya agar sekolah yang setinggi-tingginya.
Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau
daya penggerak. Motivasi ini hanya diberikan kepada manusia, khususnya
kepada para bawahan atau pengikut (Hasibuan, 2005: 92).
Menurut Luthans (dalam Thoha, 2007:207), motivasi terdiri tiga
unsur, yakni kebutuhan (need), dorongan (drive), dan tujuan (goals).Motivasi, kadang-kadang istilah ini dipakai silih berganti dengan istilahistilah

lainnya, seperti misalnya kebutuhan (need), keinginan (want),
dorongan (drive), atau impuls.
Motif adalah suatru perangsang keinginan (want) dan daya
penggerak kemauan bekerja seseorang; setiap motif mempunyai tujuan
tertentu yang ingin dicapai (Hasibuan, 2007: 95).
7
Moekiyat (dalam Hasibuan, 2007:95), motif adalah suatu
pengertian yang mengandung semua alat penggerak alasan-alasan atau
dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat
sesuatu. Menurut Berelson dan Steiner (dalam Hasibuan, 2007:95), sebuah
motif adalah suatu pendorong dari dalam untuk beraktivitas atau bergerak
dan secara langsung atau mengarah kepada sasaran akhir.
Motivasi muncul karena adanya dorongan untuk memenuhi
kebutuhan. Abraham Maslow mengemukakakan teorinya mengenai
kebutuhan manusia dari peringkat terbawah sampai yang tertinggi.
Kebutuhan-kebutuhan itu terdiri dari kebutuhan fisiologis (seperti makan,
minum), kebutuhan akan rasa aman tentram, kebutuhan untuk dicintai dan
disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan kebutuhan untuk
mengaktualisasikan diri, kebutuhan untuk berprestasi merupakan
kebutuhan manusia pada peringkat yang tertinggi. (Siagian, 2002:103).
Mc Clelland (dalam Thoha, 2007:236), membedakan tiga
kebutuhan pokok manusia. Ketiga kebutuhan tersebut adalah kebutuhan
berprestasi, kebutuhan afiliasi dan kebutuhan berkuasa.
Motivasi berprestasi yang telah diuaraikan di atas, dapat
disimpulkan bahwa motivasi berprestasi merupakan suatu usaha yang
mendorong seseorang untuk bersaing dengan standar keunggulan, dimana
standar keunggulan ini dapat berupa kesempurnaan tugas, dapat diri
sendiri atau prestasi orang lain. Siswa yang mempunyai motivasi
berprestasi tinggi nampaknya akan memperoleh prestasi yang lebih tinggi
b.  Faktor - faktor Motivasi Berprestasi
Pada kenyataannya, ada siswa yang motif berprestasinya lebih
bersifat intrinsik sedangkan pada orang lain bersifat ekstrinsik hal ini
karena adanya
8
1) Faktor Individual
Penelitian Harter (dalam Hawadi, 2003:45) pada siswa berdasarkan
dimensi instrinsik dan ekstrinsik menunjukkan bahwa hanya siswa yang
mempersepsikan dirinya untuk berkompetensi dalam bidang akademis yang
mampu mengembangkan motivasi intrinsik. Siswa-siswa ini lebih menyukai
tugas-tugas yang menantang dan selalu berusaha mencari kesempatan untuk
memuaskan rasa ingin tahunya. Sebaliknya, pada siswa dengan persepsi diri
yang rendah, lebih menykai tugas-tugas yang mudah dan sangat tergantung
pada pengarahan guru. Yang termasuk faktor individual antara lain
pengarahan orang tua.
2) Faktor Situasional
Pentingnya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu
dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau
bantuan kepada siswa. Motivasi dirumuskan sebagai dorongan, baik
diakibatkan faktor dari dalam maupun luar siswa, untuk mencapai tujuan
tertentu guna memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan. Dalam konteks
pembelajaran maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk
belajar (Pakdesota, 2008. Jurnal “Motivasi dalam Pembelajaran”.
www.wordpress.com. )
Motivasi berprestasi seseorang akan tercermin pada perilaku. Ada
beberapa ciri yang menjadi indikator orang yang memiliki motivasi berprestasi
yang tinggi. Individu yang motif berprestasi tinggi akan menampakkan
tingkah laku dengan ciri-ciri menyenangkan pekerjaan-pekerjaan yang
menuntut tangung jawab pribadi, memilih pekerjaan yang resikonya sedang
(moderat ), mempunyai dorongan sebagai umpan balik (feed back) tentang
perebutannya dan berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara kreatif.
9
Dapat disimpulkan bahwa terdapat empat buah karakteristik yang
membedakan antara seseorang yang motivasi berprestasinya rendah dengan orang
yang yang motivasi berprestasinya tinggi. Keempat karakteristik itu ialah
a) Kemauan untuk melakukan aktivitas yang menunjukkan suatu prestasi orang
yang motivasi berprestasinya tinggi akan mempunyai anggapan bahwa
keberhasilan disebabkan oleh kemampuan dan usaha yang sungguh-sungguh.
Anggapan seperti ini akan menyebabkan orang tersebut bangga apabila dapat
menyelesaikan suatu pekerjaan. Rasa bangga ini menyebabkan bertambahnya
keinginan untuk melakukan aktifitas yang lain.
b) Kegigihan berusaha. Usaha adalah faktor yang tidak setabil karena bertangung
pada kemampuan seseorang, orang yang motivasi berprestasi tinggi akan
cenderung bekerja keras sesudah mengalami kegagalan untuk mecapai sukses
pada waktu-waktu selanjutnya, ia akan terus berusaha untuk mencapai tujuan
yang sebelumnya gagal di capai. Sebaliknya orang yang motivasi berprestasi
rendah menganggap kegagalan disebabkan oleh ketidakmampuan.
Kemampuan adalah faktor yang stabil, tidak dapat di ubah oleh kemampuan
semata-semata. Oleh karena itu, dalam anggapannya kegagalan akan diikuti
oleh rentetan kegagalan pula. Pada individu yang rendah motivasi
berprestasinya, usahanya untuk berprestasi juga lemah dan mudah menyerah.
Motivasi berpangkal dari kata "motif" yang dapat diartikan sebagai
daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitasaktivitas
tertentu
demi
tercapainya

suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan
sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald,
motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan
munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga
10

elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya
terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang
karena adanya tujuan (Sutikno, 2007. “Peran Guru dalam Membangkitkan
Motivasi Belajar Siswa”. www.sobrycenter.com )
Dalam proses belajar, motivasi seseorang tercermin melalui ketekunan
yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang banyak
kesulitan. Motivasi juga ditunjukkan melalui intensitas unjuk kerja dalam
melakukan suatu tugas. McClelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi
(achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap
prestasi belajar (Triluqman BS, 2007. “Belajar dan Motivasinya”.
www.heritl.blogspot.com. )
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak
menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam
konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang
motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan
pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya
pencapaian kinerja (prestasi) seseorang (Akhmad Sudrajat, 2008. Teori-teori
Motivasi. www.wordpress.com. ).
Dari uraian tentang ciri-ciri orang yang memiliki motivitas tinggi,
akhirnya dapat dinyatakan bahwa individu akan mempunyai motivasi
berprestasi tinggi akan mempresepsikan bahwa keberhasilan adalah
merupakan akibat dari kemauan dan usaha. Sedangkan individu yang memiliki
motivasi berprestasi rendah akan menpersepsikan bahwa kegagalan adalah
sebagai akibat kurangnya kemampuan dan tidak melihat usaha sebagai
penentuan keberhasilan.
1 Edward L. Bernays
adalah sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi

18 STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SD
Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang diterbitkan Depdiknas RI (2006) menetapkan bahwa TUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.     Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
2.     Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3.     Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4.     Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
5.     Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Dengan demikian, jelaslah bahwa
tujuan pembelajaran matematika di indonesia adalah bagaimana kemampuan siswa di bidang matematika dapat dipergunakan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Mengapa ini dipilih oleh pemerintah? Karena trend dunia dalam pembelajaran matematika sudah fokus pada penalaran dan pemecahan masalah. Hal ini sangat tercermin dalam soal-soal yang diujikan pada olimpiade matematika nasional, regional, dan internasional.

Untuk menambah koleksi buku referensi demi mencapai
tujuan pembelajaran matematika di Indonesia dan sekaligus menyediakan bahan latihan latihan bagi siswa dalam menghadapi Olimpiade Matematika tingkat nasional, regional, dan internasional, maka kami Penerbit Literatur Media Sukses dengan dukungan dari Yayasan Peduli Matematika Indonesia menerbitkan buku berjudul 18 Strategi Pemecahan Masalah Matematika SD. Dengan buku ini, olimpiade Matematika bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit, tetapi menjadi lebih mudah.

KO
NSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING
Latar Belakag:
Ø  Karena adanya situasi Globalisasi yang berdampaka:
1.       Positif: Mendorong manusia terus berfikir & meningkatkan kemampuan.
2.       Ngatif :
-          Keresahan hidup (konflik, stress dll)
-          Adanya pelanggaran disiplin (Korupsi, Kolusi dll)
-          Adanya ambisi kelompok
Ø  Untuk mengatasi hal tersebut:haruslah dipersiapkan “Manusia Indonesia Yang bermutu”: Manusia yang sehat jasmani dan rohani, bermoral, menguasai ilmu pengetahuan & teknologi secara profesional, serta dinamis & Kreatif.
Ø  Pendukung utama untuk mencapai hal tsb: Pendidikan yang bermutu (Transformasi IPTEK + Peningkatan profesionalitas & manajemen tenaga pendidik.
Kedudukan Bimbingan & Konseling dalam pendidikan
A.
Makna pendidikan bagi kehidupan:
Suatu proses yang esensial untuk mencapai tujuan dan cita-cita pribadi individu.
B.
Harapan terhadap pendidikan:
  1. Bagi Peserta didik: mewujudkan cita-cita mereka.
  2. Bagi orang tua: agar mendidik anak menjadi orang yang pintar, terampil & berakhlak mulia.
  3. Bagi Bangsa indonesia: UU No. 20 tahun 2003 Bab II pasal 3
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi pesrta didik agar menjadi manusia yang beriman & bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri & menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Fungsi Pendidikan
1.
Fungsi pengembangan
Bertanggungjawab untuk mengembangkan potensi atau keunikan individu (intelektual, emosional, sosial maupun moral spiritual)
2.
Fungsi Penyesuaian
Mmfasilitasi perkembangan individu yang beragam dg upaya:
-          Menerapkan metode pembelajaran yang variatif.
-          Menyelenggarakan ekstrakurikuler sesuai minat.
-          Menyelenggarakan program pengayaan (Remedial)
3.
Fungsi Integral
Mengintegrasikan nilai-nilai sosial budaya dalam kehidupan peserta didik.
Posisi Bimbingan dalam Pendidikan

Pendidikan yang bermutu adalah yang mengintegrasikan 3 bidang kegiatan utamanya:
1.
Bid. Administratif & Kepemimpinan
Menyangkut kegiatan pengelolaan program secara efisien. (Para pemimpin: Kepala sekolah, Kepala staff Administrasi dll)
2.
Bid. Instruksional & Kurikuler
Terkait dengan kegiatan pembelajaran yang bertujuan memeberikan ilmu pengetahuan, keterampilan & pengembangan sikap. (Para guru).
3.
Bid. Pembinaan Siswa (Bim & Kons)
Terkait dengan bidang penyediaan layanan bantuan kepada peserta didik dalam upaya mencapai perkembangannya yang optimal. (Pembimbing & guru konselor)
Pengertian Bimbingan & Konseling
1.       Secara harfiyah:
BK à Guidance + Counceling
Guidance à Guide (Memandu/mengelola/menyetir)
2.       Dari Donald G. Mortensen & Alan M. Schmuller (1976) Shertzer & Stone (1971:40) Sunaryo Kartadinata (1998:3) Rochman Natawidjaja (1987:37):
Ø  Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis & berencana yang terarah pada pencapaian tujuan.
Ø  Dalam bimbingan yang aktif dalam mengembangkan diri adalah individu/peserta didik.
Ø  Teknik bantuan disesuaikan dengan kebutuhan, pengalaman & masalah individu.
Ø  Tujuan bimbingan adalah perkembangan secaa optimal, yaitu perkembangan yang sesuai dengan potensi & sistem nilai tentang kehidupan yang baik & benar.
3.       Dari Pietrofesa dkk (1980:75):
Ø  Konseling : Kegiata profesional yang diadakan oleh seorang konselor yang sudah dilatih.
Ø  Klien mempelajari keterampilan pengambilan keputusan, pemecahan masalah & tingkah laku/sikap yang baru.
Ø  Hubungan profesional itu terjadi secara suka rela.
4.       Dari ASCA (American School Counselor Association):
Konseling :
Hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien.
Ragam Bimbingan Menurut Masalah:
1.
Bimbingan Akademik
Bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam meghadapi dan memecahkan masalah-masalah akademik.
Dilakukan dengan cara mengembangkan suasana belajar-mengajar yang kondusif agar tehindar dari kesulitan-kesulitan belajar.
2.
Bimbingan Sosial Pribadi
Bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Diarahkan untuk memantapkan kepribadian & pengembangan kemampuan individu dalam menangani masalah dirinya.
3.
Bimbingan Karir
Upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal & memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan.
4.
Bimbingan keluarga
Upaya pemeberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar mampu menciptakan keluarga yang utuh & harmonis.
Tujuan Bimbingan
a.
Berkaiatan dengan aspek pribadi-sosial individu:
  1. Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai.
  2. Memiliki sikap toleransi
  3. Memiliki pemahaman tentang irama kehidpan
  4. Memiliki pemahaman & penerimaan diri secara objektif
  5. Bersikap positif terhadap diri sendiri & orang lain
  6. Mampu memilih secara sehat
  7. Respek kepada orang lain
  8. Bertanggung jawab
  9. Mampu berinteraksi sosial
  10. Mampu menyelesaikan konflik.
  11. Mampu mengambil keputusan.
b.
Berkaitan dengan aspek akademik:
  1. Memiliki sikap kebiasaan belajar positif
  2. Memiliki motif yang tinggi untuk pendidikan sepanjang hayat
  3. Memiliki keterampilan belajar yang efektif
  4. Memeiliki kemampuan dalam menetapkan tujuan & perencanaan pendidikan.
  5. Memiliki kesiapan mental & siap menghadapi ujian.
c.
Berkaitan dengan aspek karir:
  1. Memiliki pemahaman diri
  2. Memiliki sikap positif tentang dunia kerja
  3. Mampu membentuk identitas karir.
  4. Mampu merencanakan masa depan.
  5. Mampu membentuk pola karir.
  6. Mengenal keterampilan, kemampuan & minat.
Fungsi Bimbngan1. Pemahaman
Memiliki pemahaman terhadap dirinya sendiri (potensi) & lingkungannya.
2. Preventif
Upaya konselor untuk mengantisipasi berbagai masalah.
3. Pengembangan
Upaya konselor untuk meningkatkan lingkungan yang kondusif.
4. Perbaikan (penyembuhan)
Pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah.
5. Penyaluran
Proses pengadaptasian program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan.
6. Penyesuaian
Bimbingan untuk membantu individu agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap program pendidikan.
Prinsip-Prinsip Bimbingan:
  1. Diperuntukan bagi semua individu
  2. Bersifat individualisasi
  3. Bersifat menekankan hal yang positif
  4. Usaha bersama
  5. Pengambilan keputusan adalah hal yang esensial dalam bimbingan.
  6. Berlangsung dalam berbagai setting kehidupan.
18 prinsip khusus (Peters & Farwell):
  1. Ditujukan bagi semua siswa
  2. Membantu siswa menuju arah kematangan
  3. Proses layanan kepada siswa yang berkelanjutan & terintegrasi
  4. Menekankan perkembangan potensi siswa secara maksmum
  5. Guru à co-funsionaris dalam proses
  6. Konselor à co-funsionaris utama dalam proses
  7. Administrator à co-funsionaris pendukung dalam proses
  8. Bertanggungjawab akan kesadaran siswa akan lingkungan.
  9. Harus terorganisir
  10. Membantu mengenal dirinya sendiri.
  11. Berorientasi kepada tujuan
  12. Menekankan pada pengambilan keputusan
  13. Berorientasi masa depan
  14. Melakukan penilaian secara periodik
  15. Membantu perkembangan siswa secara langsung
  16. Difokuskan kepada individu dalam perubahan kehidupan sosial budaya yang terjadi
  17. Difokuskan kepada pembangunan kekuatan pribadi.
  18. Difokuskan pada proses pemberian dorongan.
5 prinsip bimbingan (Bisco):
  1. Dirancang untuk semua siswa.
  2. Akan berlangsung dengan efektif jika ada kerjasama antar personal sekolah dan personal luar sekolah (orang tua, masyarakat dll)
  3. Didasarkan pada asumsi bahwa individu memiliki peluang yang lebih baik untuk berkembang melalui pemberian bantuan yang terencana.
  4. Memiliki hak untuk menentukan sendiri dalam melakukan pilihan.
  5. Ditujukan kepada perkembangan pribadi setiap siswa.
Jenis Layanan Bimbingan
1.
Pelayanan pengumpulan data tentang siswa dan lingkungannya.
Untuk mengetahui diri individu atau siswa seluas-luasnya, beserta latar belakang lingkungannya.
2.
Konseling
Layanan ini memfasilitasi siswa untuk memperoleh bantuan pribadi secara langsung.
3.
Penyajian informasi dan penempatan
Informasi à menyajikan keterangan tentang berbagai aspek (a. Karakteristik, b. Sekolah lanjutan, c. Dunia kerja, d. Kiat-kiat belajar, e. Bahaya merokok/miras/narkoba, f. Pentingnya penyesuaian diri.)
Penempatan à layanan kepada siswa dalam rangka menyalurkan dirinya ke arah yang tepat sesuai dengan kemampuan, minat & bakatnya.
4.
Penilaian dan Penelitian
Penilaian à untuk mengetahui tujuan program bimbingan apa saja yang telah dilaksanakan dapat tercapai.
Penelitian à Mengembangkan program bimbingan tersebut.
Asas Bimbingan dan Konseling
1.
Rahasia
Menuntut dirahasiakan segenap data tentang peserta didik (klien)
2.
Sukarela
Menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan pesrta didik (klien) untuk mengikuti layanan kegiatan.
3.
Terbuka
Menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran agar terbuka dan tidak berpura-pura.
4.
Kegiatan
Menghendaki agar peserta didik (klien) berpartisipasi secara aktif di dalam layanan bimbingan.
5.
Mandiri
Menghendaki agar pesrta didik (klien) menjadi individu yang mandiri dengan ciri: mengenal sirinya dan lingkungannya.
6.
Kini
Menghendaki gar masalah yang di bawa klien adalah dalam kondisinya sekarang.
7.
Dinamis
Agar isi layanan dan sasaran layanan bergerak maju.
8.
Terpadu
Agar layanan kegiatan yang dilakukan saling menunjang, harmonis dan terpadu.
9.
Harmonis
Agar layanan bimbingan tidak bertentangan dengan norma yang ada.
10.
Ahli
Agar diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.
11.
Kenormatifan
Agar layanan diselenggarakan berdasarkan norma agama, hukum & peraturan.
12.
Alih tangan kasus
Agar pihak penyelenggara layanan yang tidak mapu/tuntas mengatasi masalah apat mengalihkan kepada pihak ahli yang tepat.
13.
Tut Wuri Handayani
Agar menciptakan suasana yang mengayomi, memberikan teladan & dorongan.
Kekeliruan dalam Menafsirkan Arti Bimbingan
a.
Bimbingan identik dengan pendidikan
Bimbingan hanyalah salah satu bagian terpadu dari pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
b.
Bimbingan hanya untuk siswa yang salah suai
Bimbingan sebenarnya diperuntukan untuk semua murid secara menyeluruh.
c.
Bimbngan berarti bimbingan jabatan/pekerjaan
Bimbingan harus diselenggarakan dalam segala aspek dan keseluruhan aspek pribadi individu
d.
Bimbingan diperuntukan bagi murid sekolah lanjutan
Sesungguhnya bimbingan diperuntukan bagi anak-anak, remaja dan segala masa perkembanga, karena masalaha akan terasa dalam masa perkembangan manapun.
e.
Bimbingan adalah usaha untuk memberikan nasehat.
Bimbingan dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada individu untuk mencapai pemahaman diri, dan tidak terdapat unsur pemaksaan.
f.
Bimbingan menghendaki kepatuhan dalam tingkah laku.
Yang dikehendaki dalam bimbingan bukanlah kepatuhan melainkan penyesuaian diri.
g.
Bimbingan adalah tugasa para ahli
Dalam bimbingan di bidang khusus memang memerlukan ahli di bidangnya masing-masing, namun tidak semua tugas bimbingan harus dilakukan oleh ahli.
Program Bimbingan dan Konseling Konprehensif
a.
Layanan Dasar Bimbingan
  1. Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
  2. Pengembangan kemandirian emosional
  3. Pengembangan kemampuan individual
  4. Pengembangan sikap & kebiasaan belajar yang positif
  5. Pengembangan prilaku soaial yang bertanggung jawab
  6. Pengembangan upaya pencapaian peran sosial
  7. Pengembanga sikap penerimaan diri secara objektif
  8. Pengembangan sikap dan kemampuan
  9. Pengembangan sikap & kemapuan mempersiapkan karir
  10. Pengembangan upaya pencapaian hubungan baru
  11. Pengembangan sikap positif
Pengertian Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Sedangkan menurut W.S. Winkel (1981) mengemukakan bahwa guidance mempunyai hubungan dengan guiding : “ showing a way” (menunjukkan jalan), leading (memimpin), conducting (menuntun), giving instructions (memberikan petunjuk), regulating (mengatur), governing (mengarahkan) dan giving advice (memberikan nasehat). Penggunaan istilah bimbingan seperti dikemukakan di atas tampaknya proses bimbingan lebih menekankan kepada peranan pihak pembimbing. Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan arah perkembangan dewasa ini, dimana pada saat ini klien lah yang justru dianggap lebih memiliki peranan penting dan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keputusan yang diambilnya.

Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian bimbingan, di bawah ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli :
  • Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.
  • Peters dan Shertzer (Sofyan S. Willis, 2004) mendefiniskan bimbingan sebagai : the process of helping the individual to understand himself and his world so that he can utilize his potentialities.
  • United States Office of Education (Arifin, 2003) memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
  • Jones et.al. (Sofyan S. Willis, 2004) mengemukakan : “guidance is the help given by one person to another in making choice and adjusment and in solving problem.
  • I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.
  • Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.
  • Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
  • Dari beberapa pendapat di atas, tampaknya para ahli masih beragam dalam memberikan pengertian bimbingan, kendati demikian kita dapat melihat adanya benang merah, bahwa :
  • Bimbingan merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada individu atau peserta didik.. Bantuan dimaksud adalah bantuan yang bersifat psikologis.
  • Tercapainya penyesuaian diri, perkembangan optimal dan kemandirian merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan.
Dari pendapat Prayitno, dkk. yang memberikan pengertian bimbingan disatukan dengan konseling merupakan pengertian formal dan menggambarkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam sistem pendidikan nasional. Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian istilah, semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya), kemudian pada Kurikulum 1994 dan Kurikulum 2004 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan sebutan Profesi Konseling, meski secara formal istilah ini belum digunakan.

Untuk kepentingan penulisan ini, penulis akan menggunakan istilah Bimbingan dan Konseling sesuai dengan istilah formal yang saat ini dipergunakan dalam sistem pendidikan nasional. Semoga seklumit pengertian bimbingan diatas membantu untuk anda untuk lebih mengerti.

Total Pageviews

lalaaaa

berilah kritik dan saran pada saya
terimakasih.. salam Anharul Huda

ngobrol-ngobrol
[Close]

Like My Blog JO LALI PENCET JEMPOLNYA. OK

sedulur adoh seg mampir