SUGENG RAWUH

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Melalui jejaring sosial website ini, kami bertekad dapat menyuguhkan layanan informasi secara umum maupun khusus yang meliputi aktifitas KBM, kegiatan siswa, prestasi sekolah/siswa, PSB dsb. Yang dapat diakses oleh siswa, guru, orang tua/wali siswa dan masyarakat secara cepat, tepat dan efisien.
Akhir kata, semoga layanan web site ini bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Teori Konseling Behaviroral

Dikirim 0leh Arjo moemedo Tuesday, February 22, 2011


Konseling Behaviroral
Tokoh dari konseling ini antara lain Jhon D. Krumboltz, Carl E. Thoresen, Ray E. Hosford, Bandura, dan banyak lainya...
Konsep pokok
Perilaku manusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dang mengkreasi kondisi-kondisi belajar. Pada dasarnya, proses konseling merupakan suatu penatataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memcahkan masalahnya.
Thoresen (Shertzer & Stone, 1980, 188) ciri konseling behavioral adalah:
• Kebanyakan perilaku manusia dipelajari dan karena itu dapat diubah.
• Perubahan-perubahan khusus terhadap lingkunagn individual dapat membantu dalam mengubah perilaku-perilaku yang relevan, prosedur-prosedur konseling berusaha membwa perubahan-perubahan yang relevan dala perialku klien dengan mengubah lingkungan
• Prinsip-prinsip belajar spesial seperti reinforcement dan sosial modeling, dapat digunakan untuk mengembangkan prosedur-prosedur konseling.
• Keefektifan konseling dan hasil konseling dinilai dari perubahan dalam perilaku-perilakiu khusus di luar wawancara prosedur-prosedur konseling.
• Prosedur-prosedur konsesling tidak statis atau ditentukan sebelumanya tatapi dapat secara khusus didisain untuk membantu klien dalam memecahkan masalah khusus.
Proses konseling
Menurut krumboltz dan Thoresen (Shertzer & stone, 1980, 190) konseling behavioral merupakan suatu proses membantu orang belajr memecahkan masalah interpersonal, emosional, dan keputusan tertentu.
Kriteria Tujuan konseling menurut Krumboltz adalah:
• Tujuan harus diinginkan klien
• Konselor harus berkeinginan untuk membantu klien menacapai tujuan
• Tujuan harus mempunyai kemungkinan untuk dinilai pencapainya oleh klien
Tujuan konseling dikategorikan:
• Memperbaiki perilaki salah sesuai
• Belajar tentang proses pembuatan keputusan
• Pencegahan timbulnya masalah-masalah
Menurut Corey (1986, 178) fungsi tujuan konseling
• Sebagai refleksi masalah klien
• Sebagai dasar pemilihan dan penggunaan strategi konseling
• Sbagai kerangka untuk menilai hasil konseling
Metode konseling
Krumboltz mengkategorikan:
• Pendekatan Operant Learning hal yang penting adalah penguatan yang dapat menghasilkan perilaku klien uang dikehendaki
• Untative larning atau social modeling diterapkan oleh konselor dengan merancang suatu perilaku adaptif yang dijadikan model oleh klien
• Cognitive learning pembelajaran yang dapt beruba pengajaran secara verbal
• Emotional learning, pembelajraan emosional diterapkan pada individu yang mengalami suatu kecemasan.
Teknik
• Desentisasi sistematis
• Metode latihan rileks
• Penguatan
• Pembuatan model restrukturing kognitif
• Penghentian pikiran
• Latihan ketegansan
• Latihan keterampilan sosial
• Mamajemen diri
• Pengualangan perilaku
• Terapi multimodal
• Tugas rumah


Sumber dan rujukan bacaan:
Untuk lebih lanjut dan lengkapnya tentang Teori-Teori Konseling silahkan baca dari buku :
Teori-Teori Konseling. Prof. Dr. H. Mohamad Surya.

0 komentaran

Total Pageviews

lalaaaa

berilah kritik dan saran pada saya
terimakasih.. salam Anharul Huda

ngobrol-ngobrol
[Close]

Like My Blog JO LALI PENCET JEMPOLNYA. OK

sedulur adoh seg mampir