SUGENG RAWUH

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Melalui jejaring sosial website ini, kami bertekad dapat menyuguhkan layanan informasi secara umum maupun khusus yang meliputi aktifitas KBM, kegiatan siswa, prestasi sekolah/siswa, PSB dsb. Yang dapat diakses oleh siswa, guru, orang tua/wali siswa dan masyarakat secara cepat, tepat dan efisien.
Akhir kata, semoga layanan web site ini bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

PTK BIMBINGAN KONSELING

Dikirim 0leh harul huda Minggu, 23 Januari 2011

Meningkatkan Prestasi Belajar Bidang Bimbingan Sosial Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat Siswa Kelas 8.G Semester II MTs Negeri ........... dengan Bimbingan dan Konseling

B A B I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan nasional yang tersurat dalam Pembukaan UUD Republik Indonesia tahun 1945 ialah “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam ketetapan MPR RI No. II/ MPR/ 1993 Bab IV secara tersurat telah mencantumkan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut :
Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu mauusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, trampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggungjawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan Pribadi serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi pada masa depan. Iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan kreatif, inovatif dan berkeinginan untuk maju. (GBHN 1993:85)

Berkaitan dengan tujuan tersebut diatas maka masalah pendidikan harus mendapatkan perhatian yang lebih besar, memerlukan keterlibatan dan kerjasama beberapa pihak serta unsur yang ada didalamnya.
Oleh karena itu "Tanggung jawab pendidikan ada pada lembaga-­lembaga yang meliputi; lembaga keluarga, lembaga sekolah, lembaga masyarakat, lembaga keagamaan dan lembaga pemerintah: (Drs. M. Noor Syaln, 198(1: 19).
Selain itu keberhasilan pendidikan juga ditentukan pula oleh beberapa faktor diantaranya: kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas dana, tenaga pendidik, metode dan partisipasi masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat yang semakin maju dan berkembang seperti sekarang ini persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat semakin kompleks, karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai kehidupan masyarakat. Persaingan di segala bidang semakin ketat, membuat semua orang berlomba untuk meraih kesuksesan. Akibatnya bagi mereka yang terlalu sibuk dengan urusannya menjadi lupa akan keberadaan dirinya sebagai anggota keluarga, dan lupa perannya sebagai orang tua. Banyak orang tua yang lupa, bahwa dalam perkembangannya anak sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta bimbingan dari orang tua. Mereka melupakan bahwa pendidikan di keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama. Tanggung jawab melatih dan mengawasi anak diserahkan pada pembantu rumah tangga yang pendidikannya relatif rendah. Hal tersebut berdampak pada pendidikan anak, sehingga anak sering menghadapi persoalan yang kadang tidak dapat mereka pecahkan sendiri. Karena kenyataannya kemampuan dan sifat individu dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak sama satu dengan yang lain. Ada individu yang sanggup mengatasi persoalannya tanpa ada bantuan orang lain. Tetapi tidak sedikit individu yang tidak sanggup mengatasi persoalannya sendiri, dengan demikian bantuan dan pertolongan orang lain sangat ia perlukan.
Secara realita banyak sekali siswa yang sangat membutuhkan Bimbingan dan Konseling. Di sini sekolah sebagai salah satu pusat pendidikan tidak bisa terlepas dari situasi kehidupan masyarakat, tentu saja sekolah harus membantu para siswa yang nota bene adalah sebagai calon anggota masyarakat. Sekolah harus dapat membantu agar siswa-siswanya mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. Permasalahan tersebut kadang juga timbul akibat dari berubahnya pola hidup di masyarakat. Dalam situasi dan kondisi inilah Bimbingan dan Konseling di sekolah akan terasa sangat diperlukan.
Bimbingan dan Konseling di sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan aktivitas belajar, mendorong pertumbuhan dan perkembangan sikap Pribadi, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam mempersiapkan diri untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Karena Bimbingan dan Konseling juga merupakan salah satu faktor penujang, tercapainya cita-cita Pendidikan Nasional, maka pelaksanaanya harus lebih ditingkatkan.
Berpijak dari sinilah penulis ingin meneliti, apakah benar masalah Bimbingan dan Konseling di sekolah telah dilaksanakan dengan baik, sehingga kemungkinan besar problema yang dialami siswa dapat teratasi dengan baik. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis memilih judul “Meningkatkan Prestasi Belajar Bidang Bimbingan Sosial Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat Siswa Kelas 8.G Semester II MTs Negeri ........... dengan Bimbingan dan Konseling”

B. Ruang Lingkup Penelitian
Di dalam ruang lingkup penelitian yang akan penulis uraikan antara lain :
1. Bimbingan dan Konseling
a. Pengertian Bimbingan dan Konseling
b. Tujuan Bimbingan dan konseling
c. Fungsi Bimbingan dan Konseling
d. Prinsip pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
e. Peranan guru dalam memberikan Bimbingan dan Konseling
2. Prestasi Belajar Bimbingan dan Konseling Bidang Bimbingan Sosial pada Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat.
a. Merespon secara positif terhadap tata krama
b. Observasi pergaulan siswa dilingkungan sekolah terutama dalam kehidupan sehari-hari.
c. Mengimplementasikan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
d. Mampu mengidentifikasikan norma-norma yang ada dalam lingkungan sekitar, keluarga, dan masyarakat
3. Hubungan antara Bimbingan dan Konseling dengan aktivitas belajar Bimbingan Sosial Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ............

C. Rumusan Masalah
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, serta dapat memberi arah dan tujuan yang jelas maka penulis merumuskan masalah dalam garis besar sebagai berikut :
1. Bagaimana partisipasi siswa dalam mengikuti Bimbingan dan Konseling di MTs Negeri ........... ?
2. Bagaimanakah prestasi belajar siswa pada pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat ?
3. Apakah Bimbingan dan Konseling dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ............

D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui partisipasi siswa dalam mengikuti Bimbingan dan Konseling di Kelas 8.G semester II di MTs Negeri ............
2. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pada pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Siswa Kelas 8.G semester II di MTs Negeri ............
3. Untuk mengetahui hubungan Bimbingan dan Konseling dengan peningkatan prestasi belajar siswa dalam pada pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ............

E. Pentingnya Penelitian
Dari kegiatan penelitian ini, diharapkan nantinya memiliki manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun pentingnya penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Dengan selesainya penulisan penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan penulis khususnya wawasan mengenai seluk beluk penulisan tentang penelitian.
2. Bagi Guru BK atau Guru Kelas
Dengan adanya tulisan dapat memberikan masukan pengetahuan sekaligus dapat dijadikan pedoman di dalam memberikan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
3. Bagi Orang Tua Siswa
Dapat menambah masukan untuk membantu guru agar dapat membimbing siswanya dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

F. Asumsi dan Hipotesa
1. Asumsi
Untuk memenuhi dalam menganalisa data serta untuk menarik kesimpulan, maka perlu diambil asumsi sebagai berikut :
a. Sumber belajar Bimbingan Konseling Bidang Bimbingan Sosial Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ........... adalah sama.
b. Semua siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ........... mendapat kesempatan menerima Bimbingan dan Konseling adalah sama.
2. Hipotesa
Menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi (1987;316), "Hipotesa adalah dugaan yang menyatakan tentang keadaan parameter yang didasarkan atas tingkat kebenaran dari parameter itu."
Adapun hipotesa yang perlu diuji kebenarannya melalui penelitian ini adalah :
a. Dengan Bimbingan dan Konseling dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ............
b. Dengan Bimbingan dan Konseling tidak dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bimbingan Sosial materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ............

G. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalah pahaman maka sesuai dengan judul ini, ada beberapa istilah yang perlu ditegaskan yaitu :
1. Hubungan
Yang dimaksud hubungan menurut W.J.S Purwadarminto adalah intruksi antara dua variabel yang saling mempengaruhi (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta;429). Jadi yang dimaksud hubungan dalam penelitian ini adalah hubungan antara Bimbingan dan Konseling dengan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bidang Bimbingan Sosial di sekolah.
2. Bimbingan dan Konseling
Yang dimaksud bimbingan sebagaimana diungkapkan oleh Mortesen dan Sehmuller (1964;3), bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan program yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan-layanan petugas ahli dengan mana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kecakapan-kecakapannya secara penuh sesuai penuh apa yang diharapkan (Erman Amti, Bimbingan dan Konseling, Derektorat Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, 1991/1992;2) .
Sedangkan yang dimaksud dengan konseling sesuai dengan pendapat Edwin C. Lewis dalam Bruce and Shetzer (1974;17) adalah proses dengan mana pribadi yang bermasalah (siswa) dibantu untuk merasa dan bertindak dalam cara-cara yang lebih matang melalui interaksi pribadi yang tidak bermasalah (konselor) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang siswa mengembangkan tingkah laku-tingkah laku yang memungkinkannya menjadi lebih efektif dengan dirinya dan dengan lingkungannya. Jadi yang dimaksud dengan Bimbingan dan Konseling adalah suatu program yang bertujuan untuk membantu siswa agar dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi sehinggga siswa dapat menemukan pemecahan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Prestasi Belajar
Yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta;108). Yang penulis maksud prestasi belajar dalam penelitian ini adalah nilai yang telah dicapai siswa dalam mata pembelajaran Bidang Bimbingan Sosial pada Materi Tata Krama dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Siswa Kelas 8.G semester II MTs Negeri ..........., tahun pelajaran 2006/2007.
4. Bimbingan Konseling (Bidang Pribadi)
Kompetensi dasar yang diharapkan dari Bimbingan Konseling Bidang Pribadi ini adalah antara lain :

*
Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama, serta nilai-nilai agama, adat istiadat, hukum dan kebiasaan yang berlaku.
*
Memiliki hubungan yang dinamis, harmonis, dan produktif dengan teman sebaya

5. Strategi Bimbingan

*
Siswa mengidentifikasikan perubahan-perubahan yang terjadi baik secara psikis maupun fisik. (untuk laki-laki dan perempuan)
*
Siswa dapat mengemukakan pendapatnya tentang perubahan fisik yang dialami
*
Siswa menyimpulkan tentang hasil-hasil kegiatan.
*
Siswa menyimak implikasi perubahan jasmani dan psikis serta kaitannya dengan perilaku atau pergaulan teman sebaya.

6. Tata Krama

*
Pengertian Tata Krama

Tata Krama adalah sikap/tingkah laku yang harus dimiliki sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma, adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.

*
Tata Krama dalam lingkungan sekolah

Sebagai siswa mau melaksanakan tata krama aturan yang berlaku disekolah antara lain :
a. Datang ke sekolah sesuai dengan waktu yang ditentukan
b. Memakai seragam sekolah sesuai dengan hari yang telah ditentukan
c. Pakaian seragam secara rapi, baju dimasukan dan memakai ikat ikat pinggang bagi anak putra.
d. Tidak memakai pewarna rambut dan tidak memakai perhiasan dan bersolek yang berlebihan bagi anak putri.
e. Bilamana datang terlambat minta izin masuk pada guru piket pada hari itu.

*
Tata Krama dalam Masyarakat

Adalah aturan perilaku yang berlaku dalam masyarakat antara lain:
1. Apabila ada tetangga yang sakit menjenguk dan apabila ada yang meninggal ta’jiah.
2. Ikut dalam kegiatan Pribadi dilingkungan masyarakat (karang taruna, PKK, dan lain-lain)
3. Tidak membuat kerusuhan di lingkungan sekitar

*
Tata Krama dalam Keluarga

Adalah aturan atau kebiasaan yang dilakukan dalam keluarga antara lain:
1. Apabila keluar rumah harus minta izin kepada orang tua
2. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus dengan kata-kata yang sopan
3. Memberi salam bila masuk rumah maupun keluar rumah
4. Bila makan bersama baiknya memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengambil makanan terlebih dahulu.

0 komentaran

Sociable

Total Tayangan Laman

berilah kritik dan saran pada saya
terimakasih.. salam Anharul Huda

ngobrol-ngobrol
[Close]

Like My Blog JO LALI PENCET JEMPOLNYA. OK

Arsip Blog

sedulur adoh seg mampir